Pembunuhan Terakhir

Berjalan aku di pasar-pasar, ladang-ladang, dan sesekali mampir aku ke mushola atau masjid saat ada panggilan. Berlari aku di pagi hari, agak siang sedikit, aku berjalan, dan di siang yang terik aku terseok-seok menyerek tubuh lunglaiku. Aku ingin terus berlari, terus berjalan, sejauh yang mungkin aku dapat. Aku pikir, aku bisa sejauh yang aku inginkan, tapi sayangnya aku tak ingin terlau jauh.

Tak perlu aku pergi jauh untuk lepas dari kejaran para polisi dungu itu. Karena kedunguan mereka, sebenarnya aku sama sekali tak perlu menjauh dari TKP, tempat aku melakukan tindakan kriminal tadi. Tindakan kriminal itu kalau dikonversi ke dalam hukum agama, sepertnya tak ada ampunan. Itu adalah pembunuhan yang ke sembilan belas kalinya. Sungguh, untuk menjadi lanyah dan layak untuk disebut pembunuh berdarah dingin itu tidaklah susah. Kemudahan ini sejalan dengan peningkatan kurva berpangkat lebih dari satu.

Pembunuhan yang pertama kemarin bukan suatu kesengajaan, seperti biasanya, hanya kesempatan yang didasarkan pada sebab yang aku anggap benar; terpaksa. Selanjutnya , pembunuhan selanjutnya semakin mudah saja. Seperti peningkatan pada kurva eksponensial tadi. Ya, semakin sering aku membunuh, semakin kecil peridoe yang aku butuhkan, dan semakin intens. Parahnya, perasaan berdosa ini tidaklah kunjung mengecil, tapi semakin hari justru semakin membebani pikiran ini. dan seharusnya aku bersyukur tentang itu.

Aku rasa pelarianku kali ini sudah cukup jauh.

Menghitung Detik, Tahun Demi Tahun

"Menghitung hari detik demi detik," kata KD. Pastinya akan lama sekali. Mari saya hitung detik detik hidup dengan tahun demi tahun. Masih lama nggak ya??
Diinspirasi dari Curanmor (Curahan Hati dan Perasaan Humor).

Kegiatan Harian:
Tidur : dalam sehari, tidur rata-rata 6 jam. Sehingga menghabiskan 0,25 tahun atau 91,25 hari untuk tidur selama satu tahun.
Ibadah : (5X sholat+ membaca Alqur'an) setidaknya (minimal) 2 jam sehari, sama dengan 30,416667 hari setahun.
Belajar : sejam saja perhari, yang penting rutin, sama dengan 15,2083333 hari setahun
MCK : (2X mandi; BAB; BAK) aku hitung saja 1 jam sehari, sama dengan 15,2083333 hari setahun. (MCK koq setengahnya ibadah ya???)
makan : normal, 3X sehari, kira-kira 1 jam deh sehari untuk makan, sama dengan 15,2083333 hari setahun.
Nonton TV : setidaknya 2 jam deh (kayaknya terlalu dikit ya??), sama dengan 30,416667 hari

UFO (telat)

Kadang aku alias Mabruri merasa bingung membedakan fakta dan fiksi pada sebuah tulisan fiksi ilmiah. Langsung saja misalnya aku kutipkan dari buku “Deception Point” atau “Titik Muslihat” karya Dan Brown:
“Sebagai seorang analis intelijen, Rachel terus-menerus menjawab berbagai pertanyaan teman-temannya tentang dugaan bahwa pemerintah menutup-nutupi kontak dengan makhluk luar angkasa. Dia merasa bosan dengan berbagai teori yang diyakini teman-temannya yang "berpendidikan" itu, seperti adanya pesawat luar angkasa yang rusak dan disembunyikan pemerintah di bawah tanah, mayat-mayat makhluk ruang angkasa yang dibekukan, bahkan manusia yang diculik dan dibedah oleh makhluk-makhluk angkasa luar untuk diteliti oleh mereka.
Tentu saja, semua itu tidak masuk akal. Tidak ada makhluk ruang angkasa. Tidak ada hal yang ditutup-tutupi.
Semua orang yang bekerja pada komunitas intelijen tahu, tanggapan mayoritas orang tentang penampakan dan penculikan oleh makhluk luar angkasa hanyalah produk khayalan yang terlalu liar atau ciptaan para penipu yang ingin mencari keuntungan. Ketika foto asli UFO betul-betul ada, anehnya benda asing tersebut muncul di dekat

Aku Ingin Menggambar

Wah, kalau yang namanya sedang ingin, yang namanya Mabruri itu, sepertinya harus tersampaikan maunya. Padahal saat ini aku sedang ingin sekali menggambar tetapi bakat seni tidak melekat pada jiwaku. Ah masa bodo. Aku ingin menggambar! Pokoknya menggambar. Ya aku harus menggambar.
Akhirnya kutekadkan untuk menggambar. Yah...walaupun gambarnya biasa saja, tapi aku rasa aku melakukannya dengan cara yang luar biasa.
Ini benar-benar gambar biasa. Ada dua buah gunung sebagai gambar latar nun jauh di sana. Kemudian aku buat sawah menghampar dari kaki gunung sampai ke arahku. Tak lupa aku membelah sawah itu dengan jalan, jalan aspal dan lumayan lurus tak berkelok. Di tepi jalan, seperti biasa, kugambar pohon dengan jarak teratur. Tak lupa pula tiang listrik yang sama tingginya dengan pohon-pohon tadi.

Berganti Nama

Sesuai dengan yang disarankan oleh seseorang kepadaku untuk menambahi namaku menjadi ABDULLAH MABRURI maka kuberitahukan bahwa nama saya yang ada di akun facebook berganti dari ABDUL MABRURI menjadi ABDULLAH MABRURI

..........
Gus Yahya Cholil Staquf:
Saya ingin menyarankan agar nama sampeyan ditambahi sedikit jadi:
ABDULLAH MABRURI
artinya: hamba Allah yang (dijadikan) penuh kebajikan.

Abdul Mabruri:
Terima kasih sarannya.
kalau boleh tahu, apa alasannya?

Gus Yahya:
Abd = hamba
Mabruri = sifat golongan yang dijadikan penuh kebajikan (golongan mabrur)
Sampeyan kan hamba Allah, bukan hambanya golongan mabrur. Jadi:
Abdullah Mabruri = hamba Allah yang termasuk golongan (orang-orang) yang mabrur (dijadikan penuh dengan kebajikan).
Ini sekedar saran saja.
...........

Ku Bahagia oleh Sherina

Kita bermain-main
Siang-siang hari senin
Tertawa satu sama lain
Semua bahagia semua bahagia

Kita berangan-angan
Merangkai masa depan
Di bawah kerindangan dahan
Semua bahagia semua bahagia

Matahari seakan tersenyum

Reff:
Walau makan susah
Walau hidup susah
Walau ‘tuk senyumpun susah
Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan

Back to [*]

Oh ku bahagia
Oh ku bahagia

Come from the Future

Waktu adalah dimensia keempat.
Begitulah pemikiran si jenius Albert Enstein.

Sudah lama aku lupa akan sebersit ide lucu dan saat aku ingat-ingat hanya sebagian dari bersitan ide lucu itu. Seingatku itu ada hubungannya dengan Enstein, entah teori relativas atau apalah.

Untuk keperluan mengingat itu, aku mencoba googling dengan keyword semacam: waktu dimensi empat. Hasilnya tentu banyak. Semakin dibaca, semakin bingung dengan bahasa high-end science.

Ya sudahlah, berdasar pemikiran sederhana saja.

Film Back to Future 1 sampai 3 sedikit menginspirasi. Pada film itu, seseorang bisa pindah dimensi waktunya sehingga pada dimensi yang dituju terdapat orang itu pada masa itu dan dirinya sendiri yang datang dari masa sekarang. Keduanya adalah orang yang sama.

(Semoga) Kiamat Besar pada 2012

Merupakan suatu kelancangan sekali, sepertinya, menuliskan hal ini.

Banyak rumor tentang kiamat pada tahun 2012 baik yang secara alamiah yang dinyatakan oleh ilmuan tentang terbenturnya bumi oleh benda langit lain (meteor) maupun seperti yang diramalkan oleh suku tua di Amerika, Inka.

Tak bisa dipungkiri, itu membuat cemas manusia (yang mengetahuinya). Wajar kalau merasa seperti itu. Padahal tahun itu, 2012, tidak lama lagi.

Sekali lagi, merupakan suatu sikap lancang kalau berharap kiamat besar terjadi pada 2012.

Kenapa?

SMS Lebaran

Dimulai dengan SMS dari seorang teman (SMA) yang membuatku kaget ketika membaca bagian awalnya. Sayang sekali SMS-nya sudah kuhapus. Yang jelas teringat adalah bagian awalnya.

"Ya Alloh, ............"

Ternyata SMS itu diawali doa, kemudian permohonan maaf.

Itu membuatku kaget (dan takut) karena dalam pikiranku (dan mungkin kenyataan) bahwa pihak kedua (penerima SMS) adalah orang yang diajak bicara (dalam bahasa tulis). Sedangkan seruan 'Ya Allah' jelas bukan untukku, dan berdasarkan permohonan maaf pada akhir SMS merujuk ke penerima (aku).

Sekali lagi, seakan-akan pihak kedua (penerima SMS) mendapat seruan 'Ya Allah'.

Untuk Anakku

"Anakku, hidup di dunia ini tak sehalus yang ada pada 'Ketika Cinta Bertasbih'. Itu cerita fiktif. Akan tetapi, jangan terlalu takut karena hidup ini juga tidak sekasar seperti yang ada di film 'Merantau'. Yah, walaupun kini, bom-bom yang cuma bisa diledakkan dengan bunuh diri itu sudah mulai menyombongkan diri di bumi pertiwi ini. Jangan takut."

"Oleh karena itu, anakku, sebagai warga negara, pemuda, dan cendekiawan (mahasiswa), jadilah sesuai dengan tuntunan yang telah dan akan kau dapatkan. Baik tuntunan agama maupun pemerintah-negara (ulama dan umara)."

"Orang bilang, kalau mau jadi penguasa, kuasai dulu informasi. Begitu juga dengan engkau anakku, kuasai juga informasi. Bukan berarti harus menjadi penguasa. Engkau pasti lebih tahu bagaimana menggali informasi itu, ilmu itu."

Antara

Antara perasaan aman (yang bisa melemahkan) dan kegentingan (yang menantang).

Antara berpenghasilan rendah dan berhemat atau berpenghasilan besar dan boros sehingga keduanya sama-sama mempunyai saldo akhir sama dengan nol ( 0 )?

Antara mengetahui tapi tidak ada perubahan yang ada dengan pengetahuan itu atau tidak mengetahui sehingga tidak ada tanggung jawab perubahan padanya?

Antara menolong tapi diri sendiri menderita sedang yang ditolong menjadi tidak menderita atau tidak menolong karena tidak ada perubahan (hanya berganti yang menolong yang menjadi menderita)?

Cerpen: Kupakaikan Kau Batik!

Ini hanya cerita fiksi, belum dan tidak akan pernah terjadi (dengan persis) dengan balutan sedikit humor.
KUPAKAIKAN KAU BATIK!
Lebaran sudah lewat. Di tempatku sedang banyak kondangan manten. Entah kenapa mereka menikahkan anaknya beberapa hari setelah lebaran. Mungkin sudah jadi adatnya orang Jawa kalai ya? Eh, emang cuma orang Jawa? Ga tahu juga sih. Tapi temenku yang di Mesir juga nikah awal Syawal ini. hehe, dia kan orang Jawa yang sedang kuliah di University of Cairo (bukan Al Ahzar, mungkin karena halafan Al Quran-nya kurang dikit kalo di al Ahzar, :D)
Jadi ceritanya begini, temenku, namanya Azhary Al Indunisiu, adalah mahasiswa UoC (Univ of Cairo) tahun akhir, sedang menunggu wisuda malah. Mengingat umurnya yang sudah cukup dan juga dia sudah merasa kompeten untuk menjadi kepala keluarga, dia mulai mempunyai pikiran untuk menikah. Dia menginginkan gadis Mesir. Oleh karena sejak kecil dia selalu hisup di lingkungan pesantren—yang membatasi pergaulan ikhwan akhwat—dia merasa tidak terlalu pandai untuk ta’aruf (padahal dia tahu ilmunya). Maksudnya, dia ingin tahu trik-triknya.

Paradoks #2

Doa bukan kepada orang, teman, kerabat, atau apalah melalui SMS.

Doa ditujukan untuk dan hanya untuk Robb, ALLOH SWT.

Lulus diputuskan oleh yang berwenang, penyelenggarnya BSNP.

Usaha telah dilaksanakan, juga doa yang sudah, sedang, dan masih akan dihaturkan, kepada ALLOH SWT.

Selanjutnya adalah keputusan, ketentuan. Itu milik-NYA.
Dan atas itu, BSNP juga yang berwenang memberikan dan melaporkan hasil UAN.

[*]

Beberapa SMS bermacam bentuk tapi type mirip beredar, menyebar, dan dengan sangat cepat mengganda. [Umumnya mengganda dengan pangkat 10]. Aku tak punya arsip SMS seperti itu.

Sempat berpikir keuntungan yang diperoleh penyedia layanan SMS. Aku menjadi berburuk sangka. Sangkaan buruk terhadap yang buruk. Deal! "Jangan-jangan ini ulah operator sendiri, biar laku."

Dan tentu, orang-orang jahil [bodoh].

[*]

MAAF
TERIMA KASIH

ALLOH MAHATAHU.

Biodata

Abdul Mabruri bin Abdul Kholik

Bruri, Om, Abdul, Bedul, Mabruri

Murtirejo, Kebumen, Jum’at Wage, 11 January 1991

Murtirejo, RT 02 RW 04 No 16

E-mail : abed_elma11@yahoo.co.id

elmabed@gmail.com

Blog : http://astro-no-my.co.cc

http://elmabed.blogspot.com

No HP : +6285726226280

Hobi : main bola, membaca, nonton langit, mendengarkan petuah, lintas alam, menulis

Cita-cita : mencerdaskan dan menyejahterakan kehidupan bangsa (MENKOKESRA)

Motto : Foot on the ground, eyes for the sky.

Sekolah : TK RA Al Hikmah

SDN Murtirejo

Madrasah Dinniyah Al Kahfy

SMPN 3 Kebumen ( Junior High School 3 Kebumen)

SMAN 1 Kebumen ( Senior High School 1 Kebumen)

Paradoks #1

Bersepeda aku lewat Pahlawan Avenue [lebay], ada lampu merah-kuning-hijau, yang menyala merahnya. Terlihat di sampingnya masih 59 detik menuju warna hijau yang bertugas.

Di depan sana, dekat Danamon, ada beberapa manusia berseragam merubung 2 ekor tangkapan siang mereka. Pasti kena tilang. Huh, selamat ya! Aku juga pernah di situ.

Angka 5 muncul di papan yang tadinya 59 itu. Bersedia...siap...yak !
Aku mengelilingi sepertia bunderan tugu lawet, menuju Pemuda Avenue, jalan sepanjang 2.5 kilo-an. Bisa untuk berkhayal.

Ide datang, terinspirasi 2 ekor yang di pos polisi tadi, eh maksudku depan danamon [danamon apa lippo ya?]. Kuganti lakonnya seorang tolol, seorang saja, menghadapi 3 polisi. Tetapi bukan di situ latarnya. Di satlantas panggungnya, dalangnya jelas, aku saja.

Ceritanya si Tolol pergi ke panggung untuk meminta dibuatkan SIM.

Singkat saja, ini tidak terjadi sungguhan, dan aneh memang.
Anggep si Tolol lolos tes tertulis.
"Besok tinggal praktek."
"Lho? Prakteknya ngapain, pak?"
"Ya naik motorlah"
"Kan aku belum bisa naik motor"
[dua polisi yang lain :"GEDUBRAKKH"]
"Kan aku belum punya SIM, pak!" ngotot, "Gimana aku naik motor g punya SIM," masih lanjut, "Apalagi di depan kalian-kalian besok, ya kena tilang?"

[dalang tepuk tangan, ternyata dia lebih pandai dari dalangnya, sudah kubilang tadi, dalangnya pernah di pos polisi di depan bank tadi]

suara penonton di belakang dalang riuh, ternyata mereka tersindir, merasa dibodohi oleh dalangnya [dalangnya lebih bodoh dari si Tolol].

jadi.....
jadi dalangnya tega banget ma penontonnya, dan si tolol? hebat bukan main.


Sambil turun dari pangung, si Tolol berdendang, "Loe tu ye, gaya loe tu emang keren, tp *********"

*) dilanjut ndiri, gan!

Kekawatiran dan Harganya

Kawatir merupakan hal yang wajar dan terbiasa menghampiri manusia. Tingkat kekawatiran orang bermacam-macam, mungkin bisa ditinjau segi kualitatif maupun kuantitatif.

Kekawatiran anak SMA kelas XII salah satunya adalah tidak diterimanya pada jurusan, fakultas, dan universitas yang (sangat) diinginkan. Ini pun wajar, hanya saja untuk kekawatiran itu mempunyai nilai yang berbeda-beda kalau dihitung secara kuantitatif (dalam hal ini dihitung dalam rupiah).

Contohnya.
Aku (sangat) berminat untuk melanjutkan sekolah di sana (****). Karena kawatir tidak diterima di sana, dia mendaftar dulu di suatu universitas (U*M) dan menghabiskan biaya Rp660.000,-. Kekawatiran dengan harga Rp660.000,-

Selanjutnya seorang anak (teman) diterima di Teknik Elektr* U* harus membayar 2,6 juta untuk mengganti kekawatirannya. Dia kawatir tidak diterima di STEI IT*. Harga kawatir yang ini adalah Rp2.600.000,- (kurang lebih)

Sama-sama untuk kekawatiran tidak diterima di STEI IT*, seorang anak (teman juga) menghargai kekawatirannya sebesas 9,2 juta untuk biaya registrasi di ILK*M U*M.

(Mungkin) Masih banyak yang kawatir dengan harga di atas harga pasar. Seorang anak (lagi-lagi teman) tidak jadi kawatir karena harga kekawatirannya sekitar 25 juta.

Setelah membayar kekawatiran itu, ada yang mengeluh kawatir kehilangan uang-uang pengganti kekawatiran tadi. Mereka kawatir uang mereka lenyap begitu saja.

Kalau begitu, artinya mereka (merasa) akan diterima di universitas/ institut/ sekolah tinggi yang mereka inginkan tersebut.

En Attendant Ses Pas lyrics

En attendant ses pas, je mets la musique en sourdine, tout bas
Trop bete, on ne sait pas, s'il sonnait
Si je n'entendais pas cette fois
En attendant ses pas ce matin-la

While waiting his steps, I put music on mute, very low
Too bad, we don't know, in case he'd ring
If I would not hear it that time
While waiting his steps that morning
Un soir? Un matin? Un hiver, une aube
Un printemps qu'il choisira
Rien, je n'en sais rien, je mets des lumieres
Les nuits au bord des chemins

A night? A morning? A Winter, a dawn
A Spring he will chose
Nothing, I know nothing of it, I put on some lights
Nights along the roads
En attendant ses bras je peins des fleurs aux portes
Il aimera ca
En attendant le doux temps de ses bras

Cahaya Tengah Malam (Midnight Light)

Hari ini, Kamis Manis, hari keduapuluh-delapan bulan Mei, aku mengambil keputusan dilematis, bukan spekulatif. Setelah menimbang berbagai segi dengan memeras otak dan dilanjutkan pengajuan permohonan nasihat pada Sang Pemberi Petunjuk, akhirnya pilihan jatuh padamu.

Aku memilihmu maka aku bertanggung jawab akan kamu, akan pilihan itu. Maka pula aku mencintaimu.

Aku tahu, kamu bukanlah Brahmana bukan juga Ksatria dan aku tak kan terima kalau ada orang yang mengatakan bahwa kamu adalah sudra. Kamu biasa saja.

Otakmu tak bodoh, tak juga cerdas apalagi jenius. Juga wawasanmu, sebatas kebutuhan. Sedang-sedang saja. Kulitmu tak sehalus kulit putri keraton, itu pasti.

Aku memilihmu antara lain karena keadaanku. Bisa saja aku memilih yang lebih baik darimu tapi itu tak berarti menghasilkan yang lebih baik -bagi keadaan lainnya. Mungkin juga type yang kusukai memang sedang-sedang saja ikut andil dalam pemilihan ini.

Bagiku, kamu adalah "price to performance" artinya nilai (harga) yang kamu berikan sebanding dengan apa (features) yang kamu tawarkan. Kau tak jual mahal dan sama sekali bukan murahan.

Ah. malam ini juga kau bersamaku. Delapan jam nonstop kuistirahatkan kamu, itu pesan sesepuh.

Aku berdoa pada Tuhan semoga kamu memberiku kebaikan atas ridlo-Nya. Semoga aku dan kamu bisa menjalani dengan baik.

Untuk menghangatkan keadaan, agar kedekatan emosional tetap terjaga, dan kemudahan dalam komunikasi, aku memberimu sebuah nama. Nama yang mewakili pengharapan, keunikan (ciri khas) perilaku.

Kamulah Cahaya Tengah Malam*)-ku. Dengan harapan dan maksud bahwa kamu salah satu yang membantu (sebagai perantara) penerangan. Penerangan, Petunjuk adalah HAQ milik-Nya.


*) : Midnight Light, setelah Kid, Binary Star, dan Nymph.
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mabruri menulis |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.