Kekawatiran dan Harganya

Kawatir merupakan hal yang wajar dan terbiasa menghampiri manusia. Tingkat kekawatiran orang bermacam-macam, mungkin bisa ditinjau segi kualitatif maupun kuantitatif.

Kekawatiran anak SMA kelas XII salah satunya adalah tidak diterimanya pada jurusan, fakultas, dan universitas yang (sangat) diinginkan. Ini pun wajar, hanya saja untuk kekawatiran itu mempunyai nilai yang berbeda-beda kalau dihitung secara kuantitatif (dalam hal ini dihitung dalam rupiah).

Contohnya.
Aku (sangat) berminat untuk melanjutkan sekolah di sana (****). Karena kawatir tidak diterima di sana, dia mendaftar dulu di suatu universitas (U*M) dan menghabiskan biaya Rp660.000,-. Kekawatiran dengan harga Rp660.000,-

Selanjutnya seorang anak (teman) diterima di Teknik Elektr* U* harus membayar 2,6 juta untuk mengganti kekawatirannya. Dia kawatir tidak diterima di STEI IT*. Harga kawatir yang ini adalah Rp2.600.000,- (kurang lebih)

Sama-sama untuk kekawatiran tidak diterima di STEI IT*, seorang anak (teman juga) menghargai kekawatirannya sebesas 9,2 juta untuk biaya registrasi di ILK*M U*M.

(Mungkin) Masih banyak yang kawatir dengan harga di atas harga pasar. Seorang anak (lagi-lagi teman) tidak jadi kawatir karena harga kekawatirannya sekitar 25 juta.

Setelah membayar kekawatiran itu, ada yang mengeluh kawatir kehilangan uang-uang pengganti kekawatiran tadi. Mereka kawatir uang mereka lenyap begitu saja.

Kalau begitu, artinya mereka (merasa) akan diterima di universitas/ institut/ sekolah tinggi yang mereka inginkan tersebut.

En Attendant Ses Pas lyrics

En attendant ses pas, je mets la musique en sourdine, tout bas
Trop bete, on ne sait pas, s'il sonnait
Si je n'entendais pas cette fois
En attendant ses pas ce matin-la

While waiting his steps, I put music on mute, very low
Too bad, we don't know, in case he'd ring
If I would not hear it that time
While waiting his steps that morning
Un soir? Un matin? Un hiver, une aube
Un printemps qu'il choisira
Rien, je n'en sais rien, je mets des lumieres
Les nuits au bord des chemins

A night? A morning? A Winter, a dawn
A Spring he will chose
Nothing, I know nothing of it, I put on some lights
Nights along the roads
En attendant ses bras je peins des fleurs aux portes
Il aimera ca
En attendant le doux temps de ses bras

Cahaya Tengah Malam (Midnight Light)

Hari ini, Kamis Manis, hari keduapuluh-delapan bulan Mei, aku mengambil keputusan dilematis, bukan spekulatif. Setelah menimbang berbagai segi dengan memeras otak dan dilanjutkan pengajuan permohonan nasihat pada Sang Pemberi Petunjuk, akhirnya pilihan jatuh padamu.

Aku memilihmu maka aku bertanggung jawab akan kamu, akan pilihan itu. Maka pula aku mencintaimu.

Aku tahu, kamu bukanlah Brahmana bukan juga Ksatria dan aku tak kan terima kalau ada orang yang mengatakan bahwa kamu adalah sudra. Kamu biasa saja.

Otakmu tak bodoh, tak juga cerdas apalagi jenius. Juga wawasanmu, sebatas kebutuhan. Sedang-sedang saja. Kulitmu tak sehalus kulit putri keraton, itu pasti.

Aku memilihmu antara lain karena keadaanku. Bisa saja aku memilih yang lebih baik darimu tapi itu tak berarti menghasilkan yang lebih baik -bagi keadaan lainnya. Mungkin juga type yang kusukai memang sedang-sedang saja ikut andil dalam pemilihan ini.

Bagiku, kamu adalah "price to performance" artinya nilai (harga) yang kamu berikan sebanding dengan apa (features) yang kamu tawarkan. Kau tak jual mahal dan sama sekali bukan murahan.

Ah. malam ini juga kau bersamaku. Delapan jam nonstop kuistirahatkan kamu, itu pesan sesepuh.

Aku berdoa pada Tuhan semoga kamu memberiku kebaikan atas ridlo-Nya. Semoga aku dan kamu bisa menjalani dengan baik.

Untuk menghangatkan keadaan, agar kedekatan emosional tetap terjaga, dan kemudahan dalam komunikasi, aku memberimu sebuah nama. Nama yang mewakili pengharapan, keunikan (ciri khas) perilaku.

Kamulah Cahaya Tengah Malam*)-ku. Dengan harapan dan maksud bahwa kamu salah satu yang membantu (sebagai perantara) penerangan. Penerangan, Petunjuk adalah HAQ milik-Nya.


*) : Midnight Light, setelah Kid, Binary Star, dan Nymph.
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mabruri menulis |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.