Paradoks #2

Doa bukan kepada orang, teman, kerabat, atau apalah melalui SMS.

Doa ditujukan untuk dan hanya untuk Robb, ALLOH SWT.

Lulus diputuskan oleh yang berwenang, penyelenggarnya BSNP.

Usaha telah dilaksanakan, juga doa yang sudah, sedang, dan masih akan dihaturkan, kepada ALLOH SWT.

Selanjutnya adalah keputusan, ketentuan. Itu milik-NYA.
Dan atas itu, BSNP juga yang berwenang memberikan dan melaporkan hasil UAN.

[*]

Beberapa SMS bermacam bentuk tapi type mirip beredar, menyebar, dan dengan sangat cepat mengganda. [Umumnya mengganda dengan pangkat 10]. Aku tak punya arsip SMS seperti itu.

Sempat berpikir keuntungan yang diperoleh penyedia layanan SMS. Aku menjadi berburuk sangka. Sangkaan buruk terhadap yang buruk. Deal! "Jangan-jangan ini ulah operator sendiri, biar laku."

Dan tentu, orang-orang jahil [bodoh].

[*]

MAAF
TERIMA KASIH

ALLOH MAHATAHU.

Biodata

Abdul Mabruri bin Abdul Kholik

Bruri, Om, Abdul, Bedul, Mabruri

Murtirejo, Kebumen, Jum’at Wage, 11 January 1991

Murtirejo, RT 02 RW 04 No 16

E-mail : abed_elma11@yahoo.co.id

elmabed@gmail.com

Blog : http://astro-no-my.co.cc

http://elmabed.blogspot.com

No HP : +6285726226280

Hobi : main bola, membaca, nonton langit, mendengarkan petuah, lintas alam, menulis

Cita-cita : mencerdaskan dan menyejahterakan kehidupan bangsa (MENKOKESRA)

Motto : Foot on the ground, eyes for the sky.

Sekolah : TK RA Al Hikmah

SDN Murtirejo

Madrasah Dinniyah Al Kahfy

SMPN 3 Kebumen ( Junior High School 3 Kebumen)

SMAN 1 Kebumen ( Senior High School 1 Kebumen)

Paradoks #1

Bersepeda aku lewat Pahlawan Avenue [lebay], ada lampu merah-kuning-hijau, yang menyala merahnya. Terlihat di sampingnya masih 59 detik menuju warna hijau yang bertugas.

Di depan sana, dekat Danamon, ada beberapa manusia berseragam merubung 2 ekor tangkapan siang mereka. Pasti kena tilang. Huh, selamat ya! Aku juga pernah di situ.

Angka 5 muncul di papan yang tadinya 59 itu. Bersedia...siap...yak !
Aku mengelilingi sepertia bunderan tugu lawet, menuju Pemuda Avenue, jalan sepanjang 2.5 kilo-an. Bisa untuk berkhayal.

Ide datang, terinspirasi 2 ekor yang di pos polisi tadi, eh maksudku depan danamon [danamon apa lippo ya?]. Kuganti lakonnya seorang tolol, seorang saja, menghadapi 3 polisi. Tetapi bukan di situ latarnya. Di satlantas panggungnya, dalangnya jelas, aku saja.

Ceritanya si Tolol pergi ke panggung untuk meminta dibuatkan SIM.

Singkat saja, ini tidak terjadi sungguhan, dan aneh memang.
Anggep si Tolol lolos tes tertulis.
"Besok tinggal praktek."
"Lho? Prakteknya ngapain, pak?"
"Ya naik motorlah"
"Kan aku belum bisa naik motor"
[dua polisi yang lain :"GEDUBRAKKH"]
"Kan aku belum punya SIM, pak!" ngotot, "Gimana aku naik motor g punya SIM," masih lanjut, "Apalagi di depan kalian-kalian besok, ya kena tilang?"

[dalang tepuk tangan, ternyata dia lebih pandai dari dalangnya, sudah kubilang tadi, dalangnya pernah di pos polisi di depan bank tadi]

suara penonton di belakang dalang riuh, ternyata mereka tersindir, merasa dibodohi oleh dalangnya [dalangnya lebih bodoh dari si Tolol].

jadi.....
jadi dalangnya tega banget ma penontonnya, dan si tolol? hebat bukan main.


Sambil turun dari pangung, si Tolol berdendang, "Loe tu ye, gaya loe tu emang keren, tp *********"

*) dilanjut ndiri, gan!
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mabruri menulis |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.