Lomba Menulis Essay

Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan (membangkitkan kembali) karakter ke-Indonesiaan yang positif, yang kini sudah banyak hilang dari jiwa masyarakatnya, meningkatkan kebanggaan & kecintaan terhadap tanah air Indonesia, membuktikan rasa bangga & cinta tanah air dengan berkontribusi nyata bagi perubahan dan kemajuan Republik Indonesia.

Tulisan bisa berupa kisah pribadi atau orang lain yang menceritakan karakter-karakter positif, pengabdian, dan kontribusi bagi negeri. Tulisan tidak harus berupa kisah-kisah heroik atau perjuangan besar dan massif. Kisah-kisah sederhana yang menceritakan nilai-nilai kejujuran, integritas, semangat berkorban, serta ketulusan yang inspiratif, bermanfaat dan berkontribusi positif bagi negeri, sangat layak Anda tuliskan! ^_^



1. Waktu Pelaksanaan Lomba:



a. Penjaringan naskah dibuka pada tanggal 29 Juni – 16 September 2011.

b. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 25 September 2011.



2. Tata Cara Perlombaan Syarat dan Ketentuan Peserta:



a. Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

b. Peserta tidak dibatasi usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal.

c. Tiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu naskah.

d. Tiap peserta wajib mem-posting informasi ini melalui note akun facebook-nya (bila memiliki FB) dan men-tag 20 orang temannya, atau mem-posting di blog-nya (bila memiliki blog).



Syarat dan Ketentuan Naskah:



a. Naskah yang diperlombakan merupakan naskah original, bukan saduran maupun plagiat, dan tidak pernah dikirim atau dipublikasikan di media mana pun.

b. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (bukan bahasa alay).

c. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA.

d. Naskah diketik pada kertas A4, font Times New Roman, 12 pt, spasi 1.5, justify, minimal 5000 karakter.

e. Melampirkan naskah dengan biodata yang berisi: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nomor identitas (KTP/SIM/ Paspor/ Kartu Pelajar/Mahasiswa), alamat lengkap, nomor telp/HP, nomor rekening yang masih berlaku, alamat FB (bila memiliki FB), alamat blog (bila memiliki blog). Boleh juga ditambahkan narasi singkat kegiatan saat ini atau prestasi yang dimiliki (optional).

f. Naskah dikirim ke alamat email: mujahidah_87@yahoo.com & nuryazidi@gmail.com, dengan format: ESSAI_NAMA PENGIRIM_JUDUL.

g. Naskah diterima oleh penyelenggara selambatnya tanggal 16 September 2011, pukul 23.00 WIB

h. Pengumuman pemenang akan disampaikan di akun facebook Asti Latifa Sofi & Mohammad Nuryazidi, page Gerakan “Aku Anak Indonesia”, serta akan dikirimkan ke alamat email masing-masing peserta pada tanggal 25 September 2011.

i. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.



-Hadiah-



Juara 1: Uang senilai Rp300.000,00

Juara 2: Uang senilai Rp200.000,00

Juara 3: Uang senilai Rp100.000,00

Juara Harapan 1 (sebanyak 3 orang): masing-masing akan mendapatkan bingkisan buku

Juara Harapan 2 (sebanyak 19 orang): masing-masing akan mendapatkan piagam penghargaan




* 25 naskah terpilih akan dikompilasikan menjadi satu buku yang insya Allah akan diterbitkan.

Converence Call: Minggu Pagi di Beranda Rumah

Biyung dan Rama ada di rumah di Murtirejo-Kebumen-Jawa Tengah, mbak Arum ada di Pasar Minggu-Jakarta Selatan-DKI Jakarta, dan aku ada di Pondok Aren-Tangerang Selatan-Banten, berhubungan dalam satu jaringan komunikasi udara. Entah di mana suara kami bertemu. Tapi bagiku, rasanya kami sedang duduk bersama di beranda; membicarakan nikmat pagi, musyawarah rencana ke depan, dan cara-cara menempuhnya; dengan suguhan kopi dua cangkir untuk berempat buatan biyung.

Sepasang pohon mangga di depan rumah sedang berbunga lagi. Padahal buah mangganya juga masih ada banyak yang menggantung di pohon mangga yang sebelah kiri. Pohon mangga sebelah kanan belum berbuah sejak dipangkas rapi beberapa tahun yang lalu, seolah-olah pohon itu adalah jantan. Kata Biyung, "Lebaran ini mungkin pas sedang bagus-bagusnya." Lalu mbak Arum berharap,"Nanti aku mau metik sendiri mangganya. Kan aku yang merawatnya, dulu."

Satu jam pun terasa cepat berlalu dan kurang. Namun, wejangan penutup menjadi begitu berarti untuk seminggu ke depan: disiplin, prihatin, sabar, dan tawakkal.


Oh ya. Ada salam dari Rama untuk teman-teman (Al kausar 52).

Teropong

Ketika aku rindu akan suatu tempat yang pernah kukunjungi, aku menulisnya untuk aku baca bila aku rindu lagi. Siapa tahu orang lain juga ingin tahu tempat-tempat yang pernah kukunjungi.



Ketika aku rindu akan suatu tempat yang belum pernah kukunjungi, aku membacanya dari berbagai sumber. Itu cukup menghalusinasikan diri dan membohongi diri bahwa aku pernah ke sana. Setidaknya, bila ada orang bicara tentang tempat itu, aku mempunyai sedikit bahan pembicaraan.



Ketika aku rindu akan suatu tempat yang belum tertulis, mungkin tempat itu tidak ada atau belum ada orang pergi ke sana, aku akan menulisnya dengan gambaran yang aku inginkan.



Membaca laksana meneropong. Ketika bacan itu adalah suatu tulisan deskripsi tentang suatu tempat, seolah-olah aku sedang meneropong suatu tempat yang jauh cukup dari dalam kamarku. Ketika bacaan itu adalah tulisan narasi tentang peristiwa, seolah-olah aku sedang meneropong suatu opera atau drama yang entah di mana cukup dilihat dari tempatku membaca. Hewat waktu, serasa melipat-lipat waktu.



Qoute by a friend of mine: "Ketika aku rindu padamu, aku memanjangkan 'teropong'. Mengamatimu dari jauh tanpa kau tahu."


This should be encrypted []Di beranda, ada pajangan-pajangan yang sengaja kau letakkan. Kadang lukisan diri, kadang lukisan orang lain. Tapi itu semua terpajang di dinding dan di beranda. Itu artinya kau mengijinkan orang yang lewat di depan berandamu dan melihat-lihat keindahan pemandangan yang sengaja kau sediakan. Terima kasih.[]


Saya [penulis note ini] takut terjadi salah paham dengan paragraf tepat di atas ini. Mohon mengertilah bahwa seorang penulis kadang butuh 'menjadi orang lain'.


di ruang keluarga pada malam Jumat pahing yang hening.

An Endless Chain of Heaven

Clue 1: Surga seorang anak laki-laki ada di telapak kaki ibunya.(untuk anak perempuan lihat clue 2 yang berlaku khusus ketika telah menikah)

Clue 2: Surga seorang wanita ada di telapak kaki suami. (mengertilah bahwa clue 2 ini bersamaan arti dengan 'wanita harus tunduk pada perintah suaminya selain pada perintah kemaksiatan')



Jadi, seorang anak laki-laki harus patuh pada ibunya dan ibu itu harus patuh pada suaminya. Sang suami itu harus patuh pada ibunya yang mana ibu itu juga harus patuh pada suaminya dan suami itu harus patuh pada ibunya dan ibunya harus patuh pada suaminya yang harus patuh pada ibunya yang juga ibu itu patuh pada suaminya dan......seterusnya.



Sebenarnya sih bukan 'endless chain', tetapi 'chain' ini berhenti pada 'Hawa harus patuh pada Nabi Adam a.s.'.



ruang keluarga Al Kausar 52 pada malam Jumat pahing
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mabruri menulis |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.