Potong Pendek Lagi

1. Nama
Anehnya, di dalam buku pribadi paling rahasia sekalipun, aku takut menuliskan namamu. Takut ketahuan? Tidak kurasa. Bagaimana mungkin aku khawatir ketahuan sedangkan tempat itu begitu rahasia. Tapi memang tak perlu ditulis. Di dalam buku itu, hanya Tuhan dan aku yang tahu. Dan, Tuhan dan aku tahu tanpa aku menuliskan namamu di buku. Hanya Tuhan dan aku yang tahu, kecuali Tuhan telah memberi tahumu.

2. Memori
Bukan aku ingin melupakanmu. Hanya saja aku menyimpan namamu dalam memoriku dan akan kubuka lagi file namamu pada waktu yang belum kutentukan. Entah kapan, atau entah.

3. Ramai
Ramai, tapi rasanya aku sendiri. Mungkinkah aku sedang merindu?

4. Makan Siang
Belum, masih dhuha.

5. Bahaya
Resiko menulis yang seperti di atas adalah pembaca menganggap aku sedang mengalaminya. Padahal menjadi orang lain adalah keperluan penulis.

Tapi siang ini benar-benar bolong; ada yang menawarkan pekerjaan?

Sudah di kos Al Kausar 52

Hijauku

Memastikan, kau masih di situ
dengan mawar merah di tangan kanan
kau menampilkannya di dada kiri
hatimu (sebenarnya sih jantungmu yang di situ)

aku tak melihat hitam benderamu
tapi keadilan tersirat di garis tengah otakmu.
kuharap kau suka hijauku.


Selatan Jakarta, 17 September '10, 22.30

Potong Pendek (Shortcut)

1. Anak Ingusan
Orang tua bertemu orang tua, berkisah anak-anak mereka jaman ingusan. Sekarang, anak-anak mereka itu saling mencinta, sejak lulus SD.

2. Petang
Kawan-kawan baru atau kuno datang menyua. Kita bertepuk pundak kesederajatan: saling menghormati kepiawaian. Saat petang, SMS berdatangan.

3. Gelas
Bibir-bibir bergincu sia-sia di bibir-bibir gelas. Sayang kan? Harusnya tak perlu tersentuh. Senyum selalu mewakili kedekatan itu. Menjadikan jarak sebagai sambungan. Akhirnya, gelas jadi marun kena gincu muda.

4. Salaman
Satu-dua-tiga jangan sembarangan. Kalau tidak tahu, bahaya ada di seberang. Kalau tahu? Bahaya ada di ujung mata, lidah, telinga, dan semua kulit.

5. Percuma
Rumah-rumah menutup. Abang Tuan pergi melanglang. Icip-icip di lantai orang. Meski bukan sedarah kandungan.

6. Gratis
Silahkan diminum, mbak-mas-de!

7. Charger
Jangan dipedulikan.
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mabruri menulis |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.