Lebih dari 'Jalan Emas'

Ahad malam (malam Senin), 5/12



Jalan Emas (baca Golden Ways) adalah nama acara disuatu televisi swasta nasional yang menayangkan motivator ternama tanah air. Jelaslah isinya semacam kata-kata bijak penuntun hidup kita. Kecenderungan yang saya rasakan dari tayangan itu adalah rasionalnya manusia: kesuksesan. Untuk acara itu saya beri level baik atau bagus untuk ditonton.



Namun, berhubung pada hari dan jam yang hampir bersamaan, ada acara atau kegiatan yang menurut saya (dan menurut orang-orang yang hadir pada acara ini) lebih baik. Jadilah saya memilih itu. Kegiatan ini mempunyai kesamaan dengan Jalan Emas itu, yaitu membentuk pribadi yang lebih baik. Perbedaannya ada pada dasar dan orientasinya.



Menurut saya, Jalan Emas itu berdasar pada pemikiran manusia yang rasional dan berorientasi pada sukses di dunia (meski dengan cara akhirat) sedangkan yang satunya tadi berdasar pada gabungan ketentuan dan pemikiran yang orientasinya sukses dunia-akhirat.



Apa itu?

Adalah kajian kitab Al Hikam (tasawuf) karangan Ibnu Athaillah As Sakandari.



Salah satu tuturan Beliau setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah:

"Bukanlah orang yang tawadhu' atau merendah diri, seorang yang jika merendahkan diri merasa dirinya di atas yang dilakukannya. Tetapi orang yang yang benar-benar merendahkan diri adalah orang yang jika merendahkan diri merasa bahwa dirinya masih berada di bawah sesuatu yang dilakukannya."



Apa maksudnya? Tentu penjelasan itu bisa didapatkan pada Ahad Malam pukul 20.00 di Mushola Nurul Jannah. Monggo bagi yang berdomisili di sekitar kampus STAN. Dari gang Jengkol, ke utara saja. Jauh sih, tapi itulah perjuangan yang harus kita tempuh.



Saya yakin, seharusnya, banyak pembaca yang sudah tahu Al Hikam. Siapa yang menonton film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 dan/atau membaca novelnya? Al Hikam ada di situ. Itu lho yang dibaca Azzam ketika diamanahi menggantikan calon mertuanya (Dedy Mizwar sebagai Abah Anna Alhtofunnisa) pada kajian rutin Al Hikam. Dan juga yang dibaca juga oleh Azzam saat masih di Cairo sana. Al Hikam di Indonesia lebih banyak dikenal di kalangan pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sekarang, sudah ada buku terjemahan Al Hikam yang dikemas modern. Saya lihat ada dua macam. Salah satu saya tahu harganya Rp44.000 di Gramedia Bintaro Plaza.



Semoga bermanfaat. Maaf. Terima kasih.
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mabruri menulis |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.